Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com
Tampilkan postingan dengan label Makalah Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makalah Umum. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Mei 2012

METODE MEMAHAMI ISLAM


MAKALAH
METODE MEMAHAMI ISLAM

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu : Miftahul Huda, M. Ag




Disusun Oleh :
  1. Naila Ilmanafia (2021 111 184)
  2. Robiatul Khusnayati (2021 111 185)
  3. Tsuwaibah Ummul Inayah(2021 111 186)
  4. Fatikhiatus Sofa (2021 111 187)

Kelompok 5
Kelas E


JURUSAN TARBIYAH (PAI)
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2012
BAB I
PENDAHULUAN
  1. LatarBelakang
Islam merupakan agama yang sangat komplek. Sehingga dalam memahaminya pun dibutuhkan cara yang tepat agar dapat tercapai suatu pemahaman yang utuh tentang Islam. Di Indonesia sejak Islam masuk pertama kali sampai saat ini telah timbul berbagai macam pemahaman yang berbeda mengenai Islam. Sehingga dibutuhkanlah penguasaan tentang cara-cara yang digunakan dalam memahami Islam.
Maka, dalam makalah ini penulis akan mencoba membahas mengenai metodologi serta beberapa hal yang berkaitan untuk memahami Isalam di Indonesia.

Sabtu, 26 Mei 2012

B.Indonesia

MATERI PENALARAN

Secara umum penalaran ilmiah ada 2 macam, yaitu:

A.1 Penalaran Induktif
Penalaran induktif (prosesnya disebut induksi) mrpkn proses penalaran untuk menarik suatu prinsip atau sikap yang berlaku untuk umum maupun suatu kesimpulan yang bersifat umum berdasarkan atas fakta-fakta khusus.
Contoh:
Kambing mempunyai mata; gajah mempunyai mata, demikian pula dengan kucing, anjing, dan berbagai binatang lainnya. Jadi, semua binatang mempunyai mata.

Kamis, 24 Mei 2012

B.Indonesia

Makalah Daftar Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Daftar pustaka merupakan sebuah daftar rujukan suatu karya ilmiah yang didalamnya berisi buku – buku artikel – artikel dan bahan – bahan penerbitan lainnya.
Daftar pustaka mungkin tidak penting artinya, tetapi bagi seorang calon sarjana seperti kita daftar kepustakaan itu merupakan suatu hal yang sangat penting penggunaannya dalam menyusun suatu karya ilmiah.
Makalah ini disusun berguna agar anda pembaca memahami kegunaan daftar pustaka dalam pembuatan karya ilmiah tersebut, selain itu kita dapat mengerti apa saja ruang lingkup yang terdapat dalam daftar pustaka yang dapat kita pahami.

  1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut perlu kirannya merumuskan masalah sebagai pijakan untuk terfokusnya kajian makalah ini, adapun rumusan masalahnya sebagai berikut:
1. Apa pengertian daftar pustaka ?
2. Bagaimana cara menyusun daftar pustaka ?
3. Apa saja fungsi dan macam daftar pustaka ?

  1. Metode Pemecahan Masalah
Metode pemecahan masalah yang tersusun dimakalah ini saya kutip dari buku – buku yang ada di perpustakaan STAIN dan membuka website di Internet guna menjawab rumusan masalah yang terdapat dimakalah ini, semoga bisa menjadi sebuah pengetahuan yang bisa memberi pemahaman dalam topik yang dibawakan dalam makalah ini.

Rabu, 23 Mei 2012

Ulumul Hadist,

Asbabul Wurud

A. Pendahuluan
Hadis atau sunnah[1] merupakan salah satu sumber ajaran islam yang menduduki posisi sangat signifikan, baik secara struktural maupun fungsional. Secara struktural menduduki posisi kedua setelah al-Qur’an, namun jika dilihat secara fungsional, ia merupakan bayan (eksplanasi) terhadap ayat-ayat al-Qur’an yang bersifat ‘am (umum), mujmal (global) atau mutlaq.[2] Secara tersirat, al-Qur’an-pun mendukung ide tersebut, antara lain firman Allah SWT:
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَانُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُوْنَ
“Dan kami turnkan al-Qur’an kepadamu (Muhammad) agar kamu menjelaskan kapada umat manusia apa yang telah diturunkan untuk mereka, dan supaya mereka memikirkan.”. (QS. An-Nahl 44)
Adanya perintah agar Nabi SAW. Menjelaskan kapada umat manusia mengenai al-Qur’an, baik melalui ucapan, perbuatan atau taqrirnya, dapat diartikan bahwa Hadis berfungsi sebagai bayan (penjelas) terhadap al-Qur’an.
Oleh karena itu tidaklah terlalu berlebihan jika kemudian Imam al-Auza’i pernah berkesimpulan bahwa al-Qur’an sesungguhnya lebih membutuhkan kepada al-Hadis daripada sebaliknya. Sebab secara tafshili (rinci) al-Qur’an masih perlu dijelaskan dengan Hadis.[3]

Makalah metodologi studi islam


MAKALAH

ISLAM DAN AGAM-AGAMA LAIN

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu : Ahmad Zaeni M.Ag









Disusun oleh :

Slamet Rohadi 2021 111 248
Akhmad syaifudin 2021 111 249
Jihad Syar’I 2021 111 250

Kelas F




JURUSAN TARBIYAH/PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas tentang toleransi kehidupan beragama dan konstribusi islam dalam kemanusiaan.Alangkah baiknya kita harus mengerti ajaran-ajaran pada agama islam dan agama lainnya seperti Yahudi dan Kristen.
Agama Islam (Arab: al-islām, الإسلام "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah.Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Sucimereka adalah Alkitab Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi(secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis)Tuhan atau Tritunggal
Yahudiah (Yudaisme) adalah kepercayaan yang unik untuk orang/bangsa Yahudi (penduduk negara Israel maupun orang Israel yang bermukim di luar negeri). Inti kepercayaan penganut agama Yahudi adalah wujudnya Tuhan yang Maha Esa, pencipta dunia yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir, menurunkan undang-undang Tuhan (Torah) kepada mereka dan memilih mereka sebagai cahaya kepada manusia sedunia.Kitab Suci agama Yahudi menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham bahwa beliau dan cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan

Psikologi Pendidikan

Ivan Pavlov

PEMBAHASAN
A.TeoriBelajarMenurutIvan Petrovich Pavlov(1849 - 1936)

PEMBAHASAN

A.TeoriBelajarMenurutIvan Petrovich Pavlov(1849 - 1936) 
Ivan Petrovich Pavlov dilahirkan di Rjasan pada tanggal 18 September 1849 dan wafat di Leningrad pada tanggal 27 Pebruari 1936. Ia sebenarnya bukanlah sarjana psikologi dan tidak mau disebut sebagai ahli psiikologi, karena ia adalah seorang sarjana ilmu faal yang fanatik1.
Eksperimen Pavlov yang sangat terkenal di bidang psikologi dimulai ketika ia melakukan studi tentang pencernaan. Dalam penelitian tersebut ia melihat bahwa subyek penelitiannya (seekor anjing) akan  mengeluarkan air liur sebagai respons atas munculnya makanan. Ia kemudian mengeksplorasi fenomena ini dan kemudian mengembangkan satu studi perilaku(behavioral study) yang dikondisikan, yang dikenal dengan teori Classical Conditioning. Menurut teori ini, ketika makanan (makanan disebut sebagai the unconditioned or unlearned stimulus - stimulus yang tidak dikondisikan atau tidak dipelajari) dipasangkan atau diikutsertakan dengan bunyi bel (bunyi bel disebut sebagai the conditioned or learned stimulus - stimulus yang dikondisikan atau dipelajari), maka bunyi bel akan menghasilkan respons yang sama, yaitu keluarnya air liur dari si anjing percobaan.
Hasil karyanya ini bahkan menghantarkannya menjadi pemenang hadiah Nobel. Selain itu teori ini merupakan dasar bagi perkembangan aliran psikologi behaviourisme, sekaligus meletakkan dasar-dasar bagi penelitian mengenai proses belajar dan  pengembangan teori-teori tentang belajar.

Ilmu pendidikan





MAKALAH
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
DI INDONESIA

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Ilmu Pendidikan
Dosen Pengampu : Turno, M.Pd






Disusun oleh :
Nur Sofiyanto 2021 111 190
Kelas G


JURUSAN TARBIYAH/PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2012




BAB I
PENDAHULUAN


Pendidikan multikultular (multicultural education) sesungguhnya bukanlah pendidikan khas Indonesia tetapi merupakan pendidikan khas barat : Canada, Amerika, Germany, dan england yang mempunyai hal tersebut adalah pendidikan yang memperhatikan secara sungguh-sungguh latar belakang peserta didik baik dalam keragaman suku, ras, agama, ataupun budayanya.
Dalam konteks Indonesia, pendidikan multikultural menjadi suatu keniscayaan karena kondisi sosial budaya bangsa dan negara Indonesia yang sangat beragam, sekitar 200 juta penduduk yang tersebar kurang lebih dari 13.000 pulau.
Dari wilayah Indonesia tersusun atas 33 provinsi, 440 kabupaten/kota, 5.263 kecamatan, 62.806 desa, terdapat puluhan suku bangsa dengan adat istiadat yang berbeda, dan lebih dari 660 bahasa daerah yang digunakan oleh penduduk Indonesia, sejumlah 293.419 satuan pendidik (SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA) di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, total 51,3 juta siswa dan 3,31 guru.

Selasa, 22 Mei 2012

Ulumul Qur'an



BAB I
PENDAHULUAN
Ulumul Qur’an merupakan komponen Mata Kuliah Dasar Keahlian yang wajib diikuti oleh Mahasiswa berdasarkan kebijakan Kurikulum Nasional. Mata Kuliah ini didesain agar Mahasiswa memahami ilmu-ilmu al-Qur’an sebagai salah satu alat untuk memahami isi kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Denagn demikian out put yang diharapkan adalah kemampuanuntuk mengkaji secara umum tentang bagaimana memahami al-Qur’an.
Ulumul al-Qur’an berasal dari bahasa Arab dalam bentuk susunan idhofah (kata majmuk) yang terdiri dari dua kata, yaitu ‘ulum jamak dari kata ‘ilm  yang berarti ilmu-ilmu dan kata al-Qur’an berarti segala pengetahuan atau ilmu-ilmu yang berkaitan dengan al-Qur’an. Muhammad abdu al-Adhim al-Zarqani mendefinisikan al-Qur’an sebagai berikut:”beberapa pembahasan yang berhubungan dengan al-Qur’an dari segi turunnya, sistematiknya, pengumpulannya, penulisannya, qiraatnya, tafsirnya, nasikh mansukhnya, serta penolakan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan keragu-raguan terhadap al-Qur’an, dan lain sebagainya.”.
PEMBAHASAN
BAB II
MAKKIYAH DAN MADANIYAH
A.    Definisi Surat Makkiyah dan Surat Madaniyah
Ada beberapa definisi tentang al-Makkiyah dan Madaniyah yang diberikan oleh para ulama yang masing-masing berbeda satu sama lain. Perbedaan ini disebabkan kriteria yang disebabkan oleh perbedaan kriteria yang ditetapkan untuk menetapkan Makiyah atau Madaniyah sebuah surat atau ayat.
Ada tiga pendapat yang dikemukakan ulama tafsir dalam hal ini :
1.      Berdasarkan tempat turunnya suatu ayat.
 “ Makkiyah ialah suatu ayat yang diturunkan di Mekkah, sekalipun sesudah hijrah, sedang Madaniyahyah ialah yang diturunkan di Madinah”.
Berdasarkan rumusan di atas,Makkiyah adalah semua surat atau ayat yang dinuzulkan di wilayah Mekkah dan sekitarnya. Sedangkan Madaniyah adalah semua surat atau ayat yang dinuzulkan di Madinah. Adapun kelemahan pada rumusan ini karena tidak semua ayat al-Qur’an dimasukkan dalam kelompok Makiyyah atau Madaniyah. Alasannya ada beberapa ayat al-Quran yang dinuzulkan jauh di luar Mekkah dan Madinah.
2.      Berdasarkan khittab/ seruan/ panggilan dalam ayat tersebut.
 “ Makkiyah ialah ayat yang khittabnya/panggilannya ditujukan kepada penduduk Mekkah, sedang Madaniyahyah ialah yang khittabnya ditujukan kepada penduduk Madaniyahyah”.
Berdasarkan rumusan di atas, para ulama menyatakan bahwa setiap ayat atau surat yang dimulai dengan redaksi (wahai sekalian manusia) dikategorikan Makkiyah, karena pada masa itu penduduk Mekkah pada umumnya masih kufur. Sedangkan ayat atau surat yang dimulai dengan  (wahai orang-orang yang beriman) dikategorikan Madaniyah, karena penduduk Madinah pada waktu itu telah tumbuh benih-benih iman di dada mereka. Adapun kelemahan-kelemahan pada rumusan ini, antara lain:
3.      Berdasarkan masa turunnya ayat tersebut.
 “ Makkiyah ialah ayat yang diturunkan sebelum Nabi hijrah ke Madinah, sekalipun turunnya di luar Mekkah, sedang Madaniyahyah ialah yang diturunkan sesudah Nabi hijrah, sekalipun turunnya di Mekkah”.. [1]

ulumul Hadis

KEHUJJAHAN HADIS MURSAL
BAB I
                                                PENDAHULUAN
Dari segi bahasa mursal berasal dari kata arsala-yursilu-irsalan-mursalundengan makna mutlaqun= terlepas atau bebas tanpa ada ikatan. Hadis dinamakan mursal karena sanadnya ada yang terlepas atau gugur yakni dikalangan sahabat atau tabi’in.Dalam istilah ada beberapa pendapat tentang pengertian hadis mursal ini,
BAB II
                                                   PEMBAHASAN 
      A.Hadis Mursal
            Dari segi bahasa mursal berasal dari kata arsala-yursilu-irsalan-mursalundengan makna mutlaqun= terlepas atau bebas tanpa ada ikatan. Hadis dinamakan mursal karena sanadnya ada yang terlepas atau gugur yakni dikalangan sahabat atau tabi’in.Dalam istilah ada beberapa pendapat tentang pengertian hadis mursal ini, yaitu sebagai berikut.
1)   Pendapat mayoritas muhadditsindi antaranya Al-Hakim, Ibnu As-shalah, Ibnu Hajar dan lain-lain. Hadis mursal adalah periwayatan tabi’in secara mutlak (baik senior atau yunior) dari nabi.
2)   Pendapat fuqoha,usshuliyun dan segolongan dari muhaditsin di antaranya Al-Khathib Al-Baghdadi, Abu Al-Hasan bin Al-Qhathan, dan Annawawi.hadis mursal adalah hadis yang terputus isnadnya dimana saja dari sanad.
3)   Pendapat Baiquny. Hadis mursal adalah hadis yang gugur dari sanadnyaseorang sahabat.
4)   Sebagian ahli ilmu berpendapat.hadis mursal adalah periwyatan tabi’in senior dari nabi.
5)   Menurut sebagian ulama muhaditsin. Hadis mursal adalah hadis yang gugur dari akhir sanadnya orang setelah tabi’in atau sahabat.
Dari beberapa definisi di atas dpat dikompromikan bahwa hadis mursal adalah hadis yang diriwayatkan oleh tabi’in dari nabi baik dari perkataan, perbuatan, atau persetujuan , baik tabi’in senior atau yunior tanpa menyebutkan penghubung antara seorang tabi’in dan nabi yaitu seorng sahabat. Sebagian pendapat menegaskan, periwayatan tabi’in senior saja bukan tabi’in yunior, karena mayorits periwayatan tabi’in senior dari sahabat, sedngkan periwayatan tabi’in yunior dari nabi dimasukan munqhati’.Brbeda dengan pendapat fuqoha dan ushuliyyun yang memandang mursal lebih umum di mana saja penggugurannya. Misalnya seorag tabi’in mengatakan, bahwa nabi bersabda begini…. Atau berbuat begini….dan seterusnya.Periwayatan seperti ini disebut mursal tabi’in.[1]
HAL DAN TINGKATANNYA


                                                        BAB I
PENDAHULUAN
Hal menurut Harun Nasution, hal merupakan keadaan mental. Seperti perasaan senang, perasaan sedih, perasaan takut dan sebaginya. Hal yang biasa disebut sebagai hal adalah takut (Al khauf), rendah hati (Al Tawadlu), patuh (Al Taqun), Ikhlas(Al Ikhlas), rasa berteman (Al Uns), berterima kasih (Al Syukr). Untuk lebih lanjutnya , mari kita pelajarai dengan seksama.


BAB II
                                             PEMBAHASAN
   A.Hal
Hal menurut Harun Nasution, hal merupakan keadaan mental. Seperti perasaan senang, perasaan sedih, perasaan takut dan sebaginya. Hal yang biasa disebut sebagai hal adalah takut (Al khauf), rendah hati (Al Tawadlu), patuh (Al Taqun), Ikhlas(Al Ikhlas), rasa berteman (Al Uns), berterima kasih (Al Syukr). [1]
Al-Qusyairi menerangkan bahwa kondisi atau sikap mental tadi diperoleh seseorang dalam bentuk yang berbeda-beda, kadang-kadang datangnya kondisi atau sikap tersebut cepat seperti kilat, kemudian menghilang, sikap mental yang demikian dinamakan lawaih. Dan kalau datang dan hilangnya agak lambat, dinamakan Bawadih.  Sedangkan kalau sikap itu tetap dan terus mengendap serta tidak akan hilang, barulah dinamakan Hal.[2]