Logo Design by FlamingText.com
Logo Design by FlamingText.com

Rabu, 23 Mei 2012

Makalah metodologi studi islam


MAKALAH

ISLAM DAN AGAM-AGAMA LAIN

Disusun guna memenuhi tugas :
Mata Kuliah : Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu : Ahmad Zaeni M.Ag









Disusun oleh :

Slamet Rohadi 2021 111 248
Akhmad syaifudin 2021 111 249
Jihad Syar’I 2021 111 250

Kelas F




JURUSAN TARBIYAH/PAI
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
Sebelum kita membahas tentang toleransi kehidupan beragama dan konstribusi islam dalam kemanusiaan.Alangkah baiknya kita harus mengerti ajaran-ajaran pada agama islam dan agama lainnya seperti Yahudi dan Kristen.
Agama Islam (Arab: al-islām, الإسلام "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah.Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.
Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Mereka beribadah di gereja dan Kitab Sucimereka adalah Alkitab Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. Kekristenan adalah monoteisme, yang percaya akan tiga pribadi(secara teknis dalam bahasa Yunani hypostasis)Tuhan atau Tritunggal
Yahudiah (Yudaisme) adalah kepercayaan yang unik untuk orang/bangsa Yahudi (penduduk negara Israel maupun orang Israel yang bermukim di luar negeri). Inti kepercayaan penganut agama Yahudi adalah wujudnya Tuhan yang Maha Esa, pencipta dunia yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir, menurunkan undang-undang Tuhan (Torah) kepada mereka dan memilih mereka sebagai cahaya kepada manusia sedunia.Kitab Suci agama Yahudi menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham bahwa beliau dan cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan





                                               BAB II
PEMBAHASAN
Islam dan Agama – Agama Lain
A. Toleransi Kehidupan Beragama
Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu, merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk agamaIslam.1
Bahwa dalam seluruh dunia Islam,kecuali kompleks tanah suci Mekah – Madinah ,mengenal kelompok – kelompok minoritas bukan –Muslim yang penting.Kaum minoritas itu merupakan bukti hidup tentang adanya keterbukaan ,sikap saling menghargai dan toleransi orang-orang muslim sejak zaman klasik sampai sekarang
2. Selain itu juga Makam nabi-nabi Yahudi,yang juga nabi bagi umat islam ,di hormati oleh umat islam dan sampai sekarang terus dikunjungi ketika umat islam berhaji.Sebagai bukti orang hanya perlu mengingat bagaimana umat islam menyucikan makam Ibrahim di Al-Khalil atau di Hebron,Palestina dan makam Joshua di Yordania,begitu juga tempat persinggahan Musa di pegunungan Nebo,Yordania.3


Secara doktrinal, toleransi sepenuhnya diharuskan oleh Islam. Islam secara definisi adalah “damai”, “selamat” dan “menyerahkan diri”. Islam adalah agama rahmatal lil’ālamîn (agama yang mengayomi seluruh alam). Ini berarti bahwa Islam bukan untuk menghapus semua agama yang sudah ada. Islam menawarkan dialog dan toleransi dalam bentuk saling menghormati. Islam menyadari bahwa keragaman umat manusia dalam agama dan keyakinan adalah kehendak Allah.karena itu tak mungkin disamakan.4
Dalam pergaulan dengan kaum agama lain pun kaum muslim diberi petunjuk Allah untuk bertindak penuh kebaikan dan keadilan ,asalkan mereka tidak zalim. Allah juga berpesan kepada kaum beriman untuk tidak melibatkan diri dalam perbantahan tidak sehat dengan kaum ahli kitab kecuali, dengan sendirinya,jika mereka bertindak agresif :
Dan janganlah berbantah - bantahan dengan para ahli al kitab melainkan dengan cara sebaik-baiknya ,kecuali terhadap yang zalim terhadap mereka, dan nyatakanlah,” kami beriman kepada yang diturunkan terhadap kami dan yang diturunkan kepada kamu ,dan Tuhan kami adalah satu(sama) dan kita semua berserah diri kepada-Nya”
Prinsip –prinsip diatas itulah yang dahulu mendasari berbagai kebijakan politik kebebasan beragama dalam dunia islam . Meskipun tidak sepenuhnya sama dengan yang ada di zaman modern ini,namun prinsip kebebasan beragama di zaman modern adlah pengembangan lebih lanjut yang konsisten dengan yang ada dalam islam klasik.
Dan juga umat Islam dilarang untuk memaksa pemeluk agama lain untuk memeluk agama Islam secara paksa. Karena tidak ada paksaan dalam agama. Allah berfirman:
لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Tidak ada paksaan dalam masuk ke dalam agama Islam, karena telah jelas antara petunjuk dari kesesatan. Maka barangsiapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Alloh sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang kuat yang tidak akan pernah putus. Dan Alloh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” ( Qs. Al-Baqoroh : 256 )5
Fakta historis toleransi juga dapat ditunjukkan melalui Piagam Madinah untuk penduduk medinah,termasuk kaum yahudi.Adapun kesimpulan dari Isi Piagam itu yaitu: Semua warga mendapatkan hak dan kewajiban yang sama baik Islam atau non Islam dan umat Islam membayar zakat, bagi non Islam dikenakan Jizyah (pajak perlindungan).
Piagam Madinah itu sangat dikagumi para sarjana modern ,karena merupakan dokumen politik resmi pertama yang meletakkan prinsip kebebasan beragama dan berusaha membangun (ekonomi).bahkan sesungguhnya Nabi juga membuat perjanjian tersendiri yang menjamin kebebasan dan keamanan kaum Kristen dimana saja ,sepanjang masa.6
C.Konstribusi Islam Terhadap kemanusiaan
Islam sebagai sebuah agama telah memberikan peran yang cukup signifikan, tidak hanya apa yang diajarkan Islam ke seluruh manusia tetapi juga terhadap proses kehidupan dari manusia itu sendiri. Dalam konteks pembahasan peran atau fungsi, maka prinsip teori fungsional menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak berfungsi atau berperan akan lenyap dengan sendirinya. Dengan kata lain, setiap agama memiliki fungsi. Konsekuensinya, setiap yang tidak berfungsi atau berperan akan hilang atau sirna. Karena sejak dulu hingga sekarang agama dengan tangguh menyatakan eksistensinya, berarti agama mempunyai dan memerankan sejumlah peran dan fungsi di masyarakat.
Perintah yang sangat mendasar yang terdapat dalam ajaran Islam adalah mengesakan Tuhan dan larangan untuk melakukan syirik. Tauhid dan syirik adalah dua sisi yang tidak dapat dipisahkan meskipun keduanya sangat berbeda.Dalam Al-Quran (Q.S. al-Ikhlas (112): 1-4).Allah berfirman : Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”
Sedangkan berkaitan dengan persoalan larangan untuk syirik dapat ditemukan dalam surat Luqman ayat 13 :“dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.
Perintah mengesakan Tuhan mengandung arti bahwa manusia hanya boleh tunduk kepada Tuhan.Dan oleh karenanya manusia dijadikan khalifah di bumi dan seluruh alam ditundukan oleh Allah SWT untuk manusia sebagaimana tercantum dalam surat Ibrahim ayat 32-33 dan al Nahl ayat 12-14
Firman Allah SWT di atas menunjukan bahwa bumi, langit, laut, serta segala yang ada di bumi, langit serta laut telah ditundukan oleh Allah SWt untuk kepentingan manusia. Dengan demikian apabila manusia tunduk kepada alam, maka sesungguhnya manusia telah menyalahi fungsinya, yakni menyembah atau hanya tunduk kepada Allah SWT.
Konsekuensi dari tauhid adalah bahwa manusia harus menguasai alam dan haram tunduk kepada alam. Menguasai alam berarti menguasai hukum alam; dan dari hukum alam ini ilmu pengetahuan dan teknologi dikembangkan. Sebaliknya syirik berarti tunduk kepada alam sehingga akan berakibat lahirnya kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.
Jadi terdapat hubungan timbal balik antara tauhid dengan dorongan pengembangan ilmu pengetahuan dan juga adanya hubungan timbal balik antara syirik dengan kebodohan. Dengan demikian sumbangan atau peran Islam dalam kehidupan manusia adalah terbentuknya suatu komunitas yang berkecenderungan prosresif atau inovatif, yaitu suatu komunitas yang dapat mengendalikan, memelihara, dan mengembangkan kehidupan melalui pengembangan ilmu dan sains.7
Menurut Nurcholis Majid ilmu adalah hasil pelaksanaan perintah Tuhan untuk memperhatikan dan memahami alam raya ciptaanNya sebagai manifestasi atau penyingkapan tabir akan rahasia Nya. Untuk kepentingan analisis, tanda-tanda atau rahasia Tuhan dapat dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Jagad raya. Untuk dapat menyingkap rahasia Allah SWT melalui tanda ini maka manusia harus menggunakan perangkat berupa ilmu fisik, seperti ilmu fisika, kimia, geografi, geologi, astronomi atau falak.
2. Manusia. Untuk dapat menyingkap rahasia melalui tanda ini maka manusia nya itu sendiri harus menguasai ilmu yang berkenaan dengan fisik, seperti ilmu biologi, dan kedokteran, serta psikis seperti ilmu psikologi.
3. Wahyu. Untuk menyingkap tabir rahasia melalui tanda ini, maka manusia memunculkan ilmu-ilmu keagamaan seperti ‘ulum al Qur’an, ‘ulum al Hadits, tafsir, fikih, ilmu kalam dan tasawuf.


Paradigma ini sekaligus merupakan jawaban terhadap anggapan dari para ilmuwan barat yang cenderung berasumsi bahwa Islam akan sulit diterima pada masyarakat modern (organis). Justru sesungguhnya Islam sangat berhubungan dengan segala aspek perubahan, dalam hal ini perkembangan ilmu pengetahuan. Beberapa contoh konkrit yang dapat dijadikan rujukan bahwa Islam, yang diwakili oleh para pemeluknya (muslim) telah lama bergaul erat dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti :
1. Ilmu matematika, yang dipelopori oleh al Khawarizmi dengan karyanya ilmu hitung dan aljabar. Nama al Khawarizmi di transfer dalam bahasa latin menjadi algorisme atau algoritme. Selain itu ada juga Umar al Khayam dan al Thusi yang pertama kali menciptakan serta memperkenalkan angka 0 sejak tahun 873 M dan baru dipergunakan oleh dunia barat pada tahun 1202 M.
2. Astronomi, yang dipelopori oleh Umar al Khayam dan al Farazi. Kalender buatan Umar al Khayam diyakini lebih tepat dibanding dengan kalender buatan Gregorius.
3. Kimia, yang dipelopori oleh Jabir bin Hayyan dan zakaria al Razi yang sering disebut bangsa eropa dengan nama Gaber dan Rhazes.
4. Optik, yang dipelopori oleh Ibnu Haitsam yang mematahkan teori yang dikemukakan oleh Euklid dan Ptolomeus.Kedigjayaan cendikiawan muslim di atas tidak hanya menjadi kenangan tentang kejayaan Islam di masa lalu. 
BAB III
PENUTUP
Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama.
Dan setiap agama mempunyai kepercayaan dan tradisi masing – masing sehingga Allah sendiri memperingatkan kepada nabi dan kepada semua kaum beriman bahwa memaksa orang lain untuk menerima kebenaran adalah jalan yang salah.Kaum beriman di perintahkan untuk menerima pluralitas dan bertoleransi antar umat beragama sebagai kenyataan,sekaligus tanntangan.
Sedangkan peran islam dalam kemanusiaan bahwa Islam identik dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga tidak ada dikotomi antara ilmu agama an dengan ilmu non agama, karena pada kenyataannya pada masa lalu tokoh-tokoh ilmuwan Islam adalah mereka yang mafhum tentang ilmu agama

Daftar Pustaka
Madjid Nurcholis.1992. “ISLAM DOKTRIN DAN PERADABAN” .Jakarta : Yayasan Waqaf Paramadina

Nasr Seyyed Hossein .2003 “THE HEART OF ISLAM” : Pesan-pesan universal Islam untuk kemanusiaan.Bandung: PT.Mizan Pustaka.
http://kallolougi.blogspot.com/2011/03/toleransi-beragama-dalam-pandangan.html
Hakim Atang Abdul dan Mubarok Jaih. 2000.METODOLOGI STUDI ISLAM.Bandung: PT.Remaja Rosdakarya


http://jalanjalandingin.ngetik.com/2011/06/download-ceramah-ustadz-yusuf-mansur-2.html
1 http://www.annaba-center.com/main/kajian/detail.php?detail=20090312204755
2 Dr.Nurcholis Madjid. “ISLAM DOKTRIN DAN PERADABAN” (Jakarta : Yayasan Waqaf Paramadina,1992)hal
3 Seyyed Hossein Nasr. THE HEART OF ISLAM : Pesan-pesan universal Islam untuk kemanusiaan.(Bandung: PT.Mizan Pustaka.2003)hal.50
4 http://www.annaba-center.com/main/kajian/detail.php?detail=20090312204755

5 http://kallolougi.blogspot.com/2011/03/toleransi-beragama-dalam-pandangan.html

6 Dr.Nurcholis Madjid. “ISLAM DOKTRIN DAN PERADABAN” (Jakarta : Yayasan Waqaf Paramadina,1992)hal.190-196
7 Drs.Atang Abdul Hakim,MA dan Dr.Jaih Mubarok.METODOLOGI STUDI ISLAM.(Bandung: PT.Remaja Rosdakarya,2000)hal.8-11
8 http://muhammadaiz.wordpress.com/materi-metodologi-studi-islam/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar